
RelasiDaerah.com, Tanjabtimur – Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Tanjung Jabung Timur resmi disahkan untuk periode 2026–2027.
Pengesahan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Pengurus Besar HMI Nomor 354/KPTS/A/08/1447 H tentang penetapan kepengurusan cabang Tanjab Timur Rabu 18 April 2026.
Dalam susunan kepengurusan yang telah ditetapkan, Ratna dipercaya sebagai Ketua Umum, Fauzan Azima sebagai Sekretaris Umum, dan Arya Agung Pambudi sebagai Bendahara Umum. Selain itu, turut dibentuk sejumlah bidang yang akan mendukung jalannya roda organisasi ke depan.
- kabid pembinaan anggota (Firmansyah)
- kabid pembinaan aparatur organisasi (Riko Saputra)
- kabid perguruan tinggi kemahasiswaan dan pemuda (M.Faiza mumtaza)
- kabid partisipasi pembangunan daerah (abdul rahman fadila)
- kabid kewirausahaan dan pengembangan profesi (rika cahyani putri)
- kabid pemberdayaan umat (m.zulkifli hakim)
- kabid pemberdayaan perempuan (rahmawati)
- wasekum bidang pembinaan anggota (m.ridwan)
- wasekum bidang pembinaan aparatur organisasi (jon rendi)
- wasekum bidang perguruan tinggi kemahasiswaan dan pemuda (wistar nando)
- wasekum bidang partisipasi pembangunan daerah (Ferdiansyah)
- wasekum bidang kewirausahaan dan pengembangan profesi (andre)
- wasekum bidang pemberdayaan umat (aldi)
- wasekum bidang pemberdayaan perempuan (sri dwi idayanti)
- wakil bendahara umum (afriana saputri)
Kegiatan pelantikan dan pengesahan ini digelar di Aula Gedung PKK Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah.
Di antaranya anggota DPR RI Dr. Edi Purwanto, Bupati Tanjab Timur Hj. Dillah Hikmah Sari, Wakil Bupati Muslimin Tanja, Ketua Bawaslu Tarmizi, serta anggota DPRD Tanjab Timur Muhammad Guntur, S.Pi. Hadir pula perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para senior HMI.
Dalam agenda tersebut, pengurus baru menegaskan komitmen untuk segera melakukan konsolidasi internal organisasi. Fokus utama dalam waktu dekat adalah mengintruksikan komisariat yang telah di bentuk di tingkat kampus untuk melaksanakan jenjang kaderisasi Latihan Kader (LK) I sebagai pintu awal kaderisasi, serta melanjutkan program kerja yang telah berjalan sebelumnya.
Di sisi lain, sejumlah pihak berharap kepengurusan baru tidak hanya fokus pada kegiatan internal, tetapi juga mampu berkontribusi aktif terhadap isu-isu sosial, kepemudaan, dan pembangunan daerah di Tanjung Jabung Timur. Hal ini dinilai penting agar keberadaan HMI tetap relevan sebagai organisasi kader dan kontrol sosial.
Dengan kepengurusan yang baru, HMI Tanjung Jabung Timur diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya dalam mencetak kader-kader intelektual sekaligus menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah.(red)









Discussion about this post