
RelasiDaerah.com, TANJABTIMUR – Dugaan temuan ulat pada salah satu menu sayuran dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghebohkan publik. Peristiwa ini diduga berasal dari Salah satu dapur penyedia MBG yang berlokasi di Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Berdasarkan informasi yang diterima Oleh Awak Media ini, Melalui Pesan Singkat WhatsApp pribadi Milik Salah Satu Penerima Mefaat Ibuk (eEn) Beliau Menjelas kan Kalau Benar Menemu kan Ule pada Sayuran dalam Ompeng Makanan Milik Anak nya yang Waktu itu di Ambil di Postu Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Bawa tempat untuk di salin makanan nya
Pas di rmh kmi buka teman kami bilang lihat dlu sakali di lihat sayur nya ada ulek”balas nya.
Ulat tersebut ditemukan pada menu sayuran berserat yang dibagikan kepada penerima manfaat. Temuan ini sontak memicu kekhawatiran serta pertanyaan publik mengenai standar kebersihan, proses pengolahan makanan, hingga mekanisme pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tenaga ahli gizi yang terlibat dalam program tersebut.
“Real pak, Bnyk saksi yg melihat nya”tambah nya.
Sejumlah warga menilai kejadian ini tidak semestinya terjadi apabila proses pengawasan berjalan optimal, mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, pengolahan, hingga pendistribusian makanan. Publik pun mempertanyakan sejauh mana peran dan tanggung jawab ahli gizi dalam memastikan kualitas serta keamanan pangan sebelum makanan dibagikan kepada masyarakat.
Di sisi lain, penting untuk ditegaskan bahwa dugaan ini masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur MBG, SPPG, maupun instansi terkait. Tidak menutup kemungkinan, kejadian tersebut dapat disebabkan oleh kelalaian teknis di lapangan atau faktor lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan internal.
Juwandi Salah Satu Kordinator Wilayah (KORWIL) Tanjung Jabung Timur Saat di Konfirmasi Melalui Pesan Singkat WhatsApp nya Mejelas kan Kalau beliau Masih Berupaya Menghubungi Sppg yang Bertugas di Dapur tersebut.
“Masih menunggu informasi bg dari ka sppg belum aktif🙏🏻”jawab nya.
Disingung tentang temuan Pada Hari ini Kordinator Wilayah (Korwil) Tanjabtimur Juwandi, Menjawab dengan Balasan Chat Pribadi milik nya, Bukan Mencari Penyebab Kejadian tersebut Malah Menjanjikan Penambahan Porsi Untuk Hari Berikut nya.
“Makanan besok mau diganti, Jadi dapat double yg makanan hari ini ada ulatnya” tambah nya. Korwil
Masyarakat berharap agar pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka dan melakukan evaluasi menyeluruh, demi menjaga kepercayaan publik terhadap Program Makanan Bergizi Gratis yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Saat di Singung Soal Harapan dari Orang tua Penerima Mempaat, Iya menjelas kan Kalau harapan nya kedepan jangan lagi terjadi hal yang sama Agar tidak Menimbulkan kan Kericuan di tengah Masyarakat, iya juga menjelas kan Supaya benar-benar memperhatikan kebersihan baik itu sayur-sayur nya dan semua Kandungan Makan yang di distribusi kan kepada anak-anak yang menerima nya.
“Klau bisa lebih berhati² LG untuk membersihkan sayur..lebih teliti LGi”tambah nya Een.
Transparansi, pengawasan ketat, serta peningkatan standar kebersihan menjadi tuntutan utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.(Tim)








Discussion about this post