
RelasiDaerah.com, TANJABTIMUR – Kader PDI Perjuangan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Tanjung Jabung Timur memastikan akan membawa kasus pembabatan hutan mangrove di Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, ke tingkat nasional melalui Komisi IV DPR RI lewat Fraksi PDI Perjuangan. Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk keseriusan partai dalam menjaga lingkungan hidup, sekaligus menindaklanjuti komitmen dan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan agar seluruh kader berada di garda terdepan dalam perlindungan ekologi.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPC PDI Perjuangan Tanjab Timur, Arie Suryanto, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan ternama di daerah pesisir Jambi, menegaskan bahwa kerusakan mangrove di Sungai Sayang tidak bisa dianggap sebagai persoalan lokal semata. Menurutnya, mangrove merupakan benteng alami pesisir yang memiliki fungsi strategis dalam mencegah abrasi, menjaga ekosistem laut, serta melindungi kehidupan masyarakat pesisir dari ancaman bencana ekologis.
Saat ini, Arie mengungkapkan dirinya bersama kader PDI Perjuangan lainnya tengah melakukan pemetaan dan investigasi langsung di lapangan. Fokus pengumpulan data tidak hanya pada kawasan mangrove pesisir, tetapi juga pada wilayah hutan lindung yang diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas oknum tidak bertanggung jawab maupun keterlibatan korporasi besar. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pengaduan resmi dan bahan advokasi di tingkat DPR RI.
“Ini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi menyangkut masa depan generasi. Apa yang terjadi hari ini di Sungai Sayang berpotensi menjadi bencana ekologis di masa depan jika dibiarkan. Kita belajar dari berbagai bencana lingkungan yang sedang terjadi di Sumatera saat ini,” tegas Arie.
Ia menambahkan, langkah membawa persoalan ini ke Komisi IV DPR RI merupakan bagian dari komitmen ideologis PDI Perjuangan yang sejak awal menempatkan perlindungan lingkungan dan kepentingan rakyat sebagai nilai dasar partai. Bagi PDI Perjuangan, menjaga alam berarti menjaga kehidupan dan keberlanjutan sosial masyarakat.
“Sebagai kader PDI Perjuangan, kami akan berada di garda terdepan untuk melindungi kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup. Ini bukan sekadar agenda politik, tetapi panggilan nilai yang telah tumbuh dan mengakar dalam partai,” pungkasnya.
Kasus pembabatan mangrove di Desa Sungai Sayang kini menjadi sorotan serius, dan langkah PDI Perjuangan Tanjab Timur ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa isu lingkungan akan terus didorong hingga ke level pengambilan kebijakan nasional.(red)











Discussion about this post