
RelasiDaerah.com, Tanjabtimur – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyediakan asupan bernutrisi bagi penerima manfaat kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga melaporkan bahwa paket makanan yang dibagikan diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pantauan di Lapangan isi paket MBG hanya terdiri dari roti kemasan, roti sisir, satu buah pir/peer, serta Sebutir Telur ayam, Terbungkus di kantong plastik. Warga menyebut bahwa paket tersebut jauh dari standar komposisi makanan bergizi seimbang yang semestinya mencakup unsur karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan/atau minuman pendamping sesuai juknis yang berlaku.
Beberapa orang tua menyampaikan kekecewaannya karena menu yang diberikan tidak memenuhi nilai gizi harian anak.
“Jika soal protein tidak faham tetapi dari penyebutan umum makanan bergizi gratis sepertinya yayasan sudah mulai malas dan tidak serius dgn tanggung jawab pekerjaan di duga keras menguntungkan perusahaan makanan kemasan bukan UMKM”jelas wali murid.
Terpisah saat di Konfirmasi Melalui Pesan singkat WhatsApp Salah satu pemilik Yayasan Inisial (NI), yang Berada di Kelurahan Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjabtimur beliau Menjelas kan Kalau Menu Makanan tersebut Tidak tau menauh Soal itu, Yayasan Hanya menindak Lanjut Apa yang di Pinta oleh SPPG dan Juga Ahli Gizi yang bertugas di Dapur Milik nya.
“Ijin bapak,untuk menu di tentukan oleh sppg dan Ahli gizi, dan diluar kewenangan kami pihak yayasan”jawab nya.
Kordinator Wilayah (Korwil) Tanjung Jabung Timur, Juwandi Juga menerangkan kepada Awak Media Ini Saat di Konfirmasi Melalui Pesan Singkat WhatsApp Iya Menerang kan Kalau Menu yang di Salur kan Hari ini Benar Masih Kurang Pas dan kurang Terpenuhi Protein nya karena tidak Ada susu nya, Iya juga telah Menghubungi Sppg yang bertugas di dapur tersebut.
“Klo yg ini masih ada kurang pak, saya sudah menghubungin kepala SPPG nya terkait Hal ini kok hanya buah dan roti, Telur dan susunya ngga ada”jelas nya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara program di tingkat sekolah maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Warga berharap adanya evaluasi dan transparansi agar bantuan publik tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Program MBG merupakan salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, sehingga akurasi pelaksanaan sangat penting untuk memastikan tujuan tersebut tercapai(red)









Discussion about this post