RelasiDaerah.com, Jakarta – Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Program Prabowo (AMP3), Rajali, diterima langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Sony Sanjaya, di ruang kerjanya, hari ini. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan membahas secara khusus dugaan persoalan serius di balik penutupan empat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Dalam pertemuan itu, Rajali memaparkan secara singkat namun tegas kronologi dan substansi laporan terkait penutupan empat dapur MBG yang diduga melibatkan Kepala SPPG dan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Tanjung Jabung Timur. Penutupan tersebut dinilai merugikan ribuan penerima manfaat dan menimbulkan tanda tanya publik terhadap tata kelola program strategis nasional tersebut di daerah.
Rajali menegaskan bahwa kedatangannya ke kantor pusat BGN merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kontrol masyarakat terhadap jalannya program prioritas nasional.
“Kami berharap laporan ini diproses secara transparan dan profesional. Jika dibutuhkan, kami siap menyerahkan bukti-bukti tambahan untuk memperjelas persoalan yang terjadi di lapangan,” ujar Rajali usai pertemuan.
Wakil Kepala BGN, Irjen Sony Sanjaya, menerima langsung laporan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di internal lembaga. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat akan diproses secara objektif guna menjaga kredibilitas dan keberlanjutan program MBG.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan penutupan dapur MBG di Tanjung Jabung Timur telah memasuki tahap pengawasan tingkat pusat. Publik kini menanti langkah konkret BGN dalam mengusut dugaan pelanggaran yang disebut-sebut melibatkan unsur pelaksana di daerah.
AMP3 menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ada kejelasan dan kepastian, demi memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awalnya: menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(Tim)













Discussion about this post