
RelasiDaerah.com, Tanjung Jabung Timur– Massa aksi dari Barisan Rakyat Tanjung Jabung Timur Menggugat atau BERANTAM menggelar aksi unjuk rasa, Kamis 4 September 2025.
Aksi unjuk rasa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur ini agak sedikit berbeda dengan aksi unjuk rasa lainnya.
Jika biasanya massa aksi mendatangi kantor Bupati dan gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi, namun kali ini justru Bupati dan Ketua DPRD yang datang langsung menemui pendemo di titik kumpul awal demonstran.
Aksi penyampaian aspirasi oleh BERANTAM yang semula direncanakan dilakukan di depan kantor Bupati dan gedung DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur ini, berlangsung di Taman Rakyat Muara Sabak.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur dan Satpol PP.
Aksi penyampaian aspirasi oleh BERANTAM juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Wakil Ketua dan Anggota DPRD serta kepala OPD di lingkup pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Di momen ini, Bupati dan Ketua DPRD tampak berdialog dengan pengunjuk rasa sembari duduk lesehan di Taman Rakyat Muara Sabak, Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat tersebut.
Di hadapan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Koordinator Aksi, Agus Sukarno menyampaikan 10 poin tuntutan.
10 poin tuntutan tersebut diantaranya:
1. Mempertanyakan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur.
2. Mendesak Bupati bersikap profesional dalam menyusun struktur OPD.
3. Meminta percepatan realisasi janji politik, khususnya pembangunan infrastruktur jalan yang rusak berat.
4. Menuntut pemecatan Kadis Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dinilai tidak peduli terhadap persoalan di dinas terkait.
5. Mendesak Bupati tidak menyalahgunakan kekuasaan dan menjalankan tugas secara profesional.
6. Menuntut penyelesaian masalah proyek jembatan Parit Wahab Desa Lagan Ilir yang dinilai merugikan sopir angkutan barang.
7. Mendesak Bupati mengambil langkah hukum terkait dugaan pengemplangan pajak oleh PT Mitra Prima Gitabadi yang diduga merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
8. Mendesak penyelesaian konflik agraria di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
9. Meminta seluruh Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjaga harmonisasi internal.
10. Mendesak DPRD agar tidak mencari keuntungan pribadi dalam kegiatan Pokir.
“Aksi kami hari ini menyampaikan 10 tuntutan, mempertanyakan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, dan bagaimana upaya mereka untuk merealisasikan visi-misi tersebut. Agar bukan hanya sekedar janji, tapi lebih kepada wujud nyata kecintaan terhadap Kabupaten Tanjung Jabung Timur,”kata Agus Sukarno kepada wartawan, Kamis 4 September 2025.
Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari menyambut baik aspirasi dari massa aksi BERANTAM.
“Rumah besar Kabupaten Tanjung Jabung Timur ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tapi juga tanggung jawab dari kawan-kawan di legislatif, mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur,”ungkap Bupati.
Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Zilawati mengapresiasi aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung damai oleh BERANTAM ini.
Zilawati menyatakan, sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur siap menerima seluruh aspirasi dari pendemo.
“Tujuan aksi damai dari BERANTAM ini sangat mulia dan murni untuk kepentingan masyarakat,”ungkap Politisi Partai Amanat Nasional tersebut.
Menurut Zilawati, massa aksi dari BERANTAM adalah para kader bangsa yang menaruh perhatian penuh untuk masa depan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang lebih baik.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BERANTAM,”ungkap Zilawati.
Sementara itu, Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Maulia Wicaksono mengaku sangat senang dan bahagia dengan aksi penyampaian aspirasi yang berjalan lancar dan kondusif.
“Tentunya saya sangat senang, sangat bahagia. Aksi penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah berjalan lancar,”ujar Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Maulia Wicaksono.
Unjuk rasa yang dilakukan oleh Barisan Rakyat Tanjung Jabung Timur Menggugat ini berlangsung aman, lancar dan kondusif.
Usai menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung, pendemo pun membubarkan diri dengan tertib. (Red)











Discussion about this post