RelasiDaerah.com, JAMBI – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) di Provinsi Jambi diduga sedang bermain gim di telepon genggam saat sambutan Gubernur Jambi viral di media sosial. Sosok dalam video tersebut disebut-sebut sebagai Koordinator Regional (Koreg) BGN Provinsi Jambi, Adityo Wirapranatha.
Video tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, terlebih dalam sebuah acara resmi pemerintahan yang dihadiri berbagai pihak.
Menanggapi viralnya video itu, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Program Prabowo (AMP3), Rajali, menyampaikan kecaman keras terhadap sikap yang diduga dilakukan oleh pejabat BGN tersebut.
Rajali menilai tindakan tersebut mencerminkan sikap yang tidak menghormati forum resmi serta tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.
“Jika benar yang bersangkutan adalah Koordinator Regional BGN Provinsi Jambi, maka sikap itu sangat tidak bermoral dan tidak pantas dilakukan dalam kegiatan resmi, apalagi ketika Gubernur sedang memberikan sambutan,” ujar Rajali dalam keterangannya.
Menurutnya, tindakan tersebut dapat memperburuk citra Badan Gizi Nasional di tengah masyarakat. Apalagi saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perhatian publik dan membutuhkan dukungan serta kepercayaan dari masyarakat.
Rajali menegaskan bahwa pejabat yang berada di garis depan pelaksanaan program nasional seharusnya menunjukkan sikap profesional, disiplin, serta menghargai setiap forum resmi yang berkaitan dengan program pemerintah.
“Di tengah masyarakat yang sedang menyoroti pelaksanaan program MBG, seharusnya pejabat BGN menunjukkan sikap simpati dan tanggung jawab kepada publik. Bukan justru menampilkan perilaku yang dapat menimbulkan persepsi negatif,” tegasnya.
Ia juga meminta Badan Gizi Nasional untuk segera mengambil langkah tegas agar polemik tersebut tidak semakin meluas di masyarakat.
“BGN harus segera melakukan klarifikasi dan mengambil tindakan tegas. Jika memang terbukti, yang bersangkutan layak dievaluasi bahkan diberhentikan. Jangan sampai sikap satu orang merusak kepercayaan masyarakat terhadap program yang sebenarnya sangat baik ini,” kata Rajali.
Rajali juga mengingatkan bahwa jika BGN tidak segera merespons persoalan tersebut secara cepat dan transparan, sentimen negatif di masyarakat, khususnya di Provinsi Jambi, berpotensi semakin meningkat.
“Jika tidak ada langkah tegas dan cepat dari BGN, maka sentimen negatif terhadap lembaga ini akan semakin besar di masyarakat Jambi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional maupun Koordinator Regional BGN Provinsi Jambi yang disebut dalam video tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya rekaman itu.(Red)















Discussion about this post